Perempuan ODGJ Dipanah hingga Tewas di Kwamki Narama
Seorang perempuan yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menjadi korban di tengah konflik antarkelompok yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Korban diketahui bernama Aprilia Magai, ditemukan tewas dengan sejumlah anak panah tertancap di tubuhnya.
Korban ditemukan tergeletak di jalan aspal Kampung Maleo, Distrik Kwamki Narama, pada Senin (5/1/2025) sekitar pukul 11.00 WIT. Peristiwa tragis ini terjadi saat situasi keamanan di wilayah tersebut tengah memanas akibat konflik antarkelompok.
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, mengatakan bahwa korban tewas setelah dipanah ketika melintas di wilayah yang dikuasai Kelompok Newegalen. Insiden tersebut terjadi di Jalan Aspal, tepatnya di batas antara Kelompok Niwigalen dan Kelompok Dang, sekitar pukul 11.47 WIT.
Menurut keterangan warga, sebelum kejadian korban sempat melintas di kompleks tempat warga berkumpul. Warga telah mengingatkan korban agar tidak mendekati arah Kelompok Niwigalen karena dinilai berbahaya. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan karena korban diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Sekitar 10 meter dari jembatan aspal, korban kemudian dipanah berulang kali oleh beberapa orang dari Kelompok Niwigalen. Warga di sekitar lokasi sempat berteriak meminta pelaku menghentikan aksi tersebut, mengingat korban tidak memiliki keterkaitan dengan konflik antarkelompok dan merupakan warga sipil, terlebih seorang perempuan.
“Korban itu diduga orang dengan gangguan jiwa, biasa berjalan ke sana kemari. Saat kejadian, kami tidak melihat secara jelas siapa pelakunya, namun ada saksi yang berteriak meminta agar korban tidak dipanah,” ujar Iptu Yusak.
Usai kejadian, jenazah korban dievakuasi ke RSMM dan ditempatkan di kamar jenazah. Setelah pihak keluarga tiba, jenazah kemudian dibawa pulang dan dikremasi oleh keluarga.
Peristiwa ini menambah daftar korban sipil dalam konflik di Distrik Kwamki Narama. Aparat keamanan menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi perhatian serius, khususnya untuk memastikan masyarakat non-konflik dan kelompok rentan tidak kembali menjadi korban kekerasan di wilayah tersebut.

Posting Komentar