Siswa SMK di Kedungjati Bukateja Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kandang Ayam

Daftar Isi
*Jika saat di klik mengarah ke situs lain, langsung klik kembali (back) lalu klik ulang linknya untuk melihat video tanpa sensor*

Purbalingga — Seorang remaja laki-laki berinisial HNA (17), siswa kelas 3 SMK, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sebuah kandang ayam milik warga di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di kandang ayam milik Sdr. M. Isro yang berlokasi di RT 002 RW 001 Desa Kedungjati. Kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WIB dan dilaporkan ke pihak kepolisian pada pukul 12.45 WIB.

Korban diketahui bernama HNA, berusia 17 tahun, berstatus pelajar, dan merupakan warga Desa Kalijaran RT 002 RW 004, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula sekitar pukul 11.00 WIB saat Iwan Setiawan (53) datang bersilaturahmi ke rumah Jalil (45). Dalam perbincangan tersebut, Jalil menyampaikan bahwa kondisi kandang ayam miliknya terlihat miring dan mencurigakan.

Merasa khawatir, kedua saksi kemudian mengecek langsung ke lokasi kandang ayam. Setibanya di sana, mereka mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung menggunakan seutas dasi yang diikatkan pada penglari kandang berbahan bambu.

Mengetahui hal tersebut, saksi segera berteriak meminta pertolongan dan saksi kedua langsung menghubungi Polsek Bukateja.

Petugas kepolisian bersama tenaga medis dari Puskesmas Bukateja segera mendatangi lokasi kejadian. Pemeriksaan medis dilakukan oleh dr. Dinar Yuniswandari terhadap jasad korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Kejadian ini menggegerkan warga sekitar dan lingkungan sekolah korban. Di tengah suasana duka, berbagai spekulasi mengenai penyebab tindakan nekat tersebut mulai bermunculan. Isu mengenai masalah percintaan, perundungan (bullying), hingga persoalan keluarga ramai diperbincangkan, namun semuanya masih sebatas dugaan dan belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.

Beredar pula kabar bahwa korban meninggalkan pesan tertulis di peci yang ditemukan di lokasi kejadian. Namun, isi pesan tersebut belum dapat dipastikan dan saat ini telah diamankan oleh pihak berwajib untuk keperluan penyelidikan.

Pihak sekolah serta pemerintah daerah diperkirakan akan memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa ini. Masyarakat diimbau untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta memberikan dukungan moril dan psikologis kepada keluarga korban yang tengah berduka.

Posting Komentar